©2019 by Hanny Wijayanti. Proudly created with Wix.com

 
  • muhammad ikhsan

Diplomat Dari Filipina Kasus Virus Korona Pertama Yang Diketahui di PBB di New York

Diplomat Dari Filipina Kasus Virus Korona Pertama Yang Diketahui di PBB di New York - Seorang diplomat perempuan dari misi Filipina ke PBB dinyatakan positif mengidap virus corona pada hari Kamis, menurut catatan yang dikirim ke misi PBB, menjadikan perempuan itu kasus pertama yang diketahui di kantor pusat dunia di New York.



Sampai hari ini, Misi Filipina dalam keadaan terkunci, dan semua personil diperintahkan untuk melakukan karantina sendiri dan untuk mencari perawatan medis jika mereka mengembangkan gejalanya. Kami berasumsi bahwa kita semua telah terinfeksi, tulis penjabat Duta Besar PBB untuk PBB, Kira Azucena dalam sebuah pesan terlihat oleh Reuters.


Menurut direktori online staf diplomatik PBB, ada sekitar 12 diplomat di misi Filipina, yang berada di 5th Avenue di Midtown Manhattan.


Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin memposting di Twitter bahwa diplomat itu masih muda, dengan baik dan "baik-baik saja," menambahkan bahwa dia baru saja kembali dari Florida.


Diplomat yang sakit itu mewakili Filipina dalam komite urusan hukum Majelis Umum PBB. Azucena mengatakan diplomat itu terakhir di markas PBB pada hari Senin selama sekitar setengah jam ketika dia tidak menunjukkan gejala.


Dia datang dengan gejala seperti flu pada hari Selasa dan mengunjungi dokternya. "Dia mendapat telepon hari ini bahwa dia dinyatakan positif COVID-19," tulis Azucena pada hari Kamis.


Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan diplomat Filipina itu bertemu dengan dua diplomat lain dan hanya mengunjungi satu ruang pertemuan PBB, yang telah dibersihkan tiga kali sejak Senin. Dia mengatakan layanan medis PBB sedang menghubungi para diplomat itu.


Beberapa pertemuan PBB yang direncanakan untuk Jumat dibatalkan setelah diagnosa, kata para diplomat. 99Bandar


Badan dunia yang beranggotakan 193 orang itu mulai menerapkan langkah-langkah pencegahan coronavirus di markas besarnya di Manhattan minggu ini, termasuk menutup akses ke publik, pembersihan yang lebih teratur dan membatalkan beberapa pertemuan. Setengah dari beberapa ribu staf PBB yang biasanya bekerja di gedung akan bekerja dari rumah minggu depan.


Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkan wabah koronavirus sebagai pandemi. Virus itu, yang telah mematikan bagi sebagian orang, meletus di kota Wuhan Cina akhir tahun lalu dan sejauh ini telah menginfeksi sekitar 125.000 orang dari 118 negara dan wilayah. Menurut penghitungan Reuters, itu telah menewaskan 4.700.

2 views
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now