• muhammad ikhsan

Sang Juara

Pada suatu hari, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah pertandingan mobil balap mainan. Suasananya saat itu sungguh sangat meriah pada siang itu, dikarenakan ini adalah babak final dari perlombaaan. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setdiap mobil mainan yang dimiliki.Semuanya adalah buatan sendiri, karena, memang begitulah peraturan lomba itu.

Seorang anak bernama Mark, Mobilnya tidak istimewa,tapi dia termasuk kedalam 4 anak yang masuk final. Dibandingkan dengan semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tidak sempurna.Beberapa anak meragukan kekuatan mobil itu untuk beradu melawan mobil lainnya.


Yah,memang benar, mobil itu tidak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip ddiatasnya, tentu saja tidak sebanding dengan tampilan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Tapi, Mark sangat bangga dengan itu semua, karena mobil itu adalah buatan tangannya sendiri.

Akhirnya tibalah saatnya yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Semua anak sudah mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka sekencang-kencangnya. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil dengan 4 orang "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.


namun sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum pertandingan dimulai. dia terlihat sedang berkomat-komit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam,dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu semenit kemuddian, dia berkata,"Ya,aku siap!."

Dooor...!!! Tanda untuk memulai perlombaan telah berbunyi .Dengan satu hentakan kuat, semua peserta mulai mendorong mobilnya kencang-kencang. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Semua penonton bersorak-sorak penuh bersemangat, menjagokan pilihannya masing-masing."Ayo...ayo...cepat...cepat, maju...maju," begitu teriak mereka. Ahh...sang pemenang harus ditentukan,tali lintasan finish pun telah terlanggar. Dan ternyata Mark adalah pemenangnya. Ya, memang semuanya terlihat senang dan sudah past juga Mark. dia berucap,dan berkomat-komit lagi dalam hati."Terimaksih."


Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum pada akhirnya piala itu diberikan ke pemenang ,ketua panitia bertanya. "Hai sang juara, apakah kamu tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang?". Mark terdiam sejenak.

"Bukan,Pak,bukan itu yang aku doakan"kata Mark. dia lalu melanjutkan,"sepertinya,tidak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku hanya bermohon pada Tuhan,supaya aku tidak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Namun setelah beberapa saat, terdengarlah suara gemuruh tepuk tangan penonton yang memenuhi seisi ruangan.


Renungan

Anak-anak dampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah berdoa memohon kepada Tuhan untuk menang dalam setdiap ujian. Mark juga tidak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. dia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti peserta yang lainnya. tapi,Mark memohon kepada Tuhan, agar diberikan kekutan saat menghadapi itu semua. dia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Pasti sudah sangat banyak waktu yang kita habiskan untuk berdoa kepada Tuhan agar mengabulkan setiap permintaaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik,menjadi pemenang dalam setiap ujian.Terlalu sering kita berdoa kepada Tuhan,untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal,bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya,tuntunan-Nya,dan panduan-Nya?


Kita,sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah,cengeng dan mudah menyerah. Tapi sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.(adapted from irfan-seeds)



Friday, February 08, 2002 6:56 AM



#sang juara #juara

0 views

©2019 by Hanny Wijayanti. Proudly created with Wix.com

This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now